3 Tips Desain Fasad Yang Ramah Lingkungan

3 Tips Desain Fasad Terbaru Yang Ramah Lingkungan Paling Tepat Untuk Rumah Sehat

reglal.com – Rumah yang nyaman bukan hanya ditentukan oleh penataan ruangan yang ada di dalamnya, namun desain yang rapi dan ramah lingkungan juga memiliki pengaruh yang cukup besar. Desain tampak depan sebuah rumah atau yang sering disebut juga dengan istilah desain fasad merupakan bagian dari desain yang harus diperhatikan. Desain fasad yang kurang tepat bisa saja membuat sebuah rumah terlihat indah akan tetapi tidak dapat melindungi rumah dari pengaruh lingkungan luar yang tidak menguntungkan.

design-fasar-ramah-lingkungan

Sebagai contoh kecil adalah paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dengan intensitas yang terlalu besar masuk ke dalam rumah bisa membuat suhu di dalam ruangan menjadi panas. Selain itu juga membuat mata menjadi tidak nyaman karena pantulan cahaya yang membuat silau. Panas yang matahari yang berlebih masuk ke rumah juga dapat menambah beban kerja alat pendingin ruangan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya konsumsi listrik.

Demikian pula dengan sirkulasi udara, desain fasad haruslah memperhatikan aspek ini. Desain yang tepat harus memungkinkan udara yang masuk dan keluar terus bersirkulasi dengan lancar. Sehingga rumah akan terasa lebih sejuk.

Desain fasad yang baik haruslah mampu melindungi rumah dari perubahan kondisi cuaca, bentuk desain tampak depan sebuah rumah sebisa mungkin melindungi bagian dalam rumah dari cuaca yang buruk seperti hujan lebat atau angin kencang. Nah, berikut ini adalah beberapa ide desain fasad ramah lingkungan yang dapat Anda terapkan:

1. Green Wall
Bagian depan dari desain fasad adalah dinding yang merupakan area yang akan terkena paparan sinar matahari paling banyak. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa melapisi dinding dengan tanaman yang rimbun. Dengan demikian panas yang masuk ke dalam rumah akan berkurang karena tertahan oleh green wall. Anda bisa menanam tanaman merambat atau mengisi pot-pot yang dapat digantung didinding dengan tanaman hias sesuai keinginan.

2. Kulit Bangunan Tambahan
Menambahkan kulit tambahan pada dinding rumah bagian depan juga bisa Anda terapkan untuk mendapatkan desain fasad yang ramah lingkungan. Dinding tambahan (secondary skin) berfungsi untuk menghalangi masuknya panas berlebih ke dalam rumah. Berikan jarak antara dinding dan kulit tambahan agar terbentuk ruang udara didalamnya. Dengan demikian panas matahari dapat diredam dan tidak tembus ke dalam rumah. Anda bisa menggunakan material ramah lingkungan seperti bambu atau kayu.

3. Dinding Dengan Ventilasi
Membangun dinding pada bagian depan rumah harus benar-benar diperhatikan. Jika Anda membangun dinding dengan material yang bersifat kaku dan massif mungkin akan lebih kokoh terhadap perubahan cuaca. Namun Anda juga tidak boleh melupakan untuk menambahkan ventilasi agar udara dapat mengalir dengan baik menembus dinding. Gunakan roster (lubang angin) yang diatur sedemikian rupa agar tetap terlihat menarik. Dengan demikian rumah Anda akan tetap terasa sejuk.

Itulah 3 tips desain fasad ramah lingkungan yang mungkin bermanfaat untuk Anda, selamat mencoba.

Baca artikel lainnya tentang desain rumah :